Skip to main content

Menuju Kepingan Terakhir Tata Kelola: Pemegang Saham Jangan Ciptakan Kekosongan Baru di Kursi Direksi Bank Bengkulu

Menuju Kepingan Terakhir Tata Kelola: Pemegang Saham Jangan Ciptakan Kekosongan Baru di Kursi Direksi Bank Bengkulu

BENGKULU – Menghadapi persaingan industri keuangan yang semakin masif, sebuah bank ibarat kendaraan yang membutuhkan mesin dengan komponen komplit agar bisa melaju kencang. Bagi Bank Bengkulu, komponen yang paling vital saat ini adalah kelengkapan dan efektivitas struktur kepengurusan di tingkat Direksi. Sayangnya, aspek tata kelola ini justru sering luput dari perhatian utama para pemegang saham.

Saat ini, roda kepemimpinan Bank Bengkulu berjalan pincang akibat adanya rangkap jabatan. Iswahyudi harus memikul beban ganda, yakni sebagai Direktur Bisnis sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Dalam logika tata kelola perbankan yang sehat, rangkap jabatan dalam waktu yang lama adalah red flag. Fokus yang terbelah tidak akan pernah ideal untuk akselerasi bisnis.

Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) penentuan Direktur Utama definitif, pemegang saham dihadapkan pada pilihan strategis terkait struktur organisasi. Publik dan pengamat perbankan mengingatkan satu prinsip dasar: posisi direksi yang saat ini sudah terisi dengan baik, jangan justru dibongkar dan dibiarkan kosong kembali.

Jika pemegang saham memaksakan Iswahyudi naik menjadi Direktur Utama definitif, maka otomatis kursi Direktur Bisnis akan kosong. Kekosongan ini tentu akan memicu proses rekrutmen dan fit and proper test baru yang memakan waktu panjang, sehingga menghambat laju bisnis bank. Belum lagi jika menilik rapor kinerja selama ia menjabat Plt, yang mana Tingkat Kesehatan Bank justru mengalami penurunan.

Secara objektif, harus diakui bahwa Iswahyudi belum saatnya dan belum matang untuk memegang kendali penuh sebagai pucuk pimpinan tertinggi Bank Bengkulu. Tempat terbaiknya saat ini adalah fokus membenahi sektor bisnis sesuai jabatannya.Sebaliknya, pilihan paling rasional, taktis, dan menguntungkan bagi Bank Bengkulu adalah menetapkan Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama. Jika langkah ini diambil, maka formasi dream team Direksi Bank Bengkulu akan langsung terbentuk sempurna tanpa ada satu pun kursi yang kosong.

Susunannya menjadi sangat solid dan langsung siap berlari:Agus Syabarrudin (Direktur Utama)Iswahyudi (Direktur Bisnis)Mulkan (Direktur Operasional)Somi (Direktur Kepatuhan)Formasi yang utuh ini akan menjamin pembagian tugas yang tajam, mempercepat pengambilan keputusan strategis, dan meminimalisir benturan kepentingan.

Para pemegang saham—Gubernur, Bupati, dan Wali Kota—harus lebih peduli dan jeli melihat anatomi kepengurusan ini. Menetapkan formasi direksi yang lengkap secara seketika harus menjadi prioritas utama RUPS. Pilihlah opsi yang melengkapi kepingan puzzle tata kelola, bukan opsi yang justru menciptakan lubang kelemahan baru di tubuh Bank Bengkulu.(***)
 

Tags

Leave a Reply

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <br> <p> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id> <cite> <dl> <dt> <dd> <a hreflang href> <blockquote cite> <ul type> <ol type start> <strong> <em> <code> <li>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Article Related